Detail Cantuman Kembali
analisa kekuatan sambungan Adhesive Bonding untuk pelat aluminium pada bangunan atas kapal
Dalam produksi kapal penyambungan pelat dilakukan dengan teknologi pengelasan, terkadang pengelasan pada aluminium mengalami permasalahan yaitu akan mengalami cacat-cacat pada pengelasan seperti under cut, incomplete penetration dan deformasi. Pada penelitian ini akan menciptakan teknologi baru yaitu akan meneliti tentang sambungan adhesive bonding, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan sifat mekanik model sambungan Adhesive Bonding pada pemodelan sambungan pelat alumunium dan membandingkan kekuatan dari pengelasan. Kekuatan sambungan didapatkan dari hasil uji tarik dengan analisa perbandingan menggunakan analysis of variance (ANOVA). Uji tarik dilakukan pada spesimen dari masing-masing tipe sambungan material pelat aluminium AA 5083. Hasil dari pengujian tarik yaitu adhesive bonding masih berada dibawah nilai kekuatan dari pengelasan (welding), hasil yield strength tertinggi adhesive bonding yaitu model adhesive bonding lap joint dengan rata-rata nilai luluh 39,11Mpa dibandingkan dengan nilai dari pengelasan (welding) yaitu 86,19Mpa, dan nilai kekuatan tarik (Ultimate Tensile Strength) yaitu model sambungan adhesive bonding terbaik yaitu jenis adhesive bonding lap joint dengan memperoleh rata-rata nilai kuat tarik 59,57Mpa, dengan dibandingkan nilai dari pengelasan (welding) yaitu memperoleh rata-rata nilai sebesar 96,74Mpa. Dan dari hasil Analysis Of Variance diperoleh hasil Fhitung > Ftabel maka hipotesa H0 ditolak dan H1 diterima, dimana variasi bentuk model sambungan adhesive bonding dapat mempengaruhi kekuatan tarik pada pengelasan (welding) pada material AA 5083.
621.17.13 Ahm a
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
xii, 64 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







